Love from Childhood
(Kodomo no koro kara daisuki)
Genre : Romance, Family, and School Life
Main Chara :
Takeuchi Keita (Male, 18)
Ciri-ciri : Rambut warna coklat hitam, Mata biru, Tubuh sedikit kekar, Tinggi 175 cm.
Sifat : Rajin, Dingin (terutama sama cewek), Cerdas, Bookworm.
Kesukaan : Membaca, Main Tennis dan Basket (makanya tinggi), musik classing 90's, Roti Gandum.
Tidak suka : Makanan berlemak tinggi, Sepak bola, bertengkar, wanita bawel -lebih tepatnya cerewet-.
Hirayashi Haruha (Female, 17)
Ciri-ciri : Rambut mirip Tifa Lockhart (Final Fantasy VII Advent Children) tapi warnanya coklat, Hidung stengah mancung tapi tidak pesek, Mata hijau muda, Tubuh seperti wanita ideal lainnya, tinggi 168 cm.
Sifat : Rajin, Pemalu (terutama sama cowok), Natural Cook, Cengeng, Suka marah-marah (abis itu nangis), Penakut.
Kesukaan : Memasak, Sayur-sayuran, Tennis, musik pop abad 21, baju lengan panjang dan rok panjang, cowok smart.
Tidak Suka : Makanan berlemak, Laki-laki pengecut, wanita sombong, pelajaran Matematika, pakaian minim (padahal tubuhnya ... ehem, sorry untuk remaja).
Prologue
(Keita PoV)
Namaku adalah Takeuchi Keita. Aku adalah murid SMA kelas 3A dari Kyoto International School. Umur ku 18 tahun. Aku tinggal bersama ibuku karena ayahku pergi ke Amerika.
"Keita ... ayo turun kebawah, sarapan sudah siap." suara wanita yang memanggilku untuk sarapan, ya ... tidak lain adalah Ny.Takeuchi, ibuku.
"Iya, Kaa-san .." jawab ku. Aku langsung merapikan jas dan dasi ku karena mau ada acara pepisahan di sekolah dan menuju ruang makan di lantai bawah.
Sesampai di ruang makan, aku melihat ibuku yang sedang repot menyiapkan roti gandum dengan jel coklat kesukaanku. Aku duduk di kursi dekat meja makan, lalu ibuku memulai pembicaraan.
"Keita Sayang, ... " sapa ibuku.
"Ya Kaa-san ... " jawabku.
"Apakah kamu sudah siap untuk pidah ke Tokyo?" tanya ibuku.
"Memangnya untuk apa aku kesana?" tanyaku sambil memasang muka heran.
"Tou-san mu berencana untuk melanjutkan sekolahmu ke Tokyo University."
"Oh ... itu awalnya permintaanku pada Tou-san, tetapi aku tidak terlalu berharap."
"Kenapa bisa begitu?"
"Karena aku tak ingin meninggalkan Kaa-san sedirian."
"Tak usah mementingkan Kaa-san, sayang. Lagi pula, kamu kan sudah dewasa. Pastinya kamu sudah bisa mengurus dirimu sendiri."
"Tapi ... " ibu memotong ucapanku.
"Sudahlah nak, belajarlah terus agar cita-citamu tercapai."
" ... " aku hanya terdiam sejenak karena mendengar perkataan ibuku.
Aku menghabiskan sarapanku, minum segelas susu, dan memeluk ibuku. Ibuku hanya membalasnya dengan mencium dahiku -kening tepatnya-.
"Ah ... Kaa-san, aku sudah dewasa dan bukan anak kecil lagi."
1 comments:
kelihatannya, storynya bagus. tapi saya mohon, buat bio pada dua main character itu.
Post a Comment